Wednesday, July 2, 2014

Ini Dua Cara Baru Berburu Sinyal dari Alien



RISETKITA RFB-Program pencarian sinyal dari makhluk asing ruang angkasa terus digencarkan. Fasilitas khusus yang fokus untuk pencarian sinyal mahluk asing atau Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI), belum lama ini mengumumkan dua program baru, untuk mempertajam pencarian sinyal itu.

Melansir Space.com, Rabu 2 Juli 2014, SETI menggelar dua program yaitu proyek Panchromatic SETI dan proyek mendengarkan secara rahasia sinyal asing planet.

Program pertama akan memanfaatkan pemindaian panjang gelombang pada 30 bintang terdekat matahari. Dengan cara itu, peneliti berharap akan menemukan sinyal mahluk asing.

Pemeriksaaan pada 30 bintang itu terletak pada jarak 16 tahun cahaya dari matahari. Secara rinci 30 bintang itu meliputi 13 bintang tunggal, 7 bintang sistem biner, dan satu sistem tiga bintang. Sebagian besar dari bintang yang teliti ini lebih kecil dari Matahari.

Dalam pencarian ini, peneliti juga berharap dapat menemukan sistem antariksa yang mirip dengan Bumi.

Direktur Berkley SETI Research Center Dan Werthimer mengatakan, dengan memancarkan sinyal melalui fasilitas teleskop raksasa di beberapa negara, peneliti yakin akan mengusik mahluk asing antariksa. Dan akhirnya, peneliti mengharapkan mahluk asing akan merespon sinyal dari Bumi itu.

"Jika kita mencemari ruang angkasa, mungkin makhluk ruang angkasa lainnya membocorkan sinyal, mereka mungkin mengirimkan sesuatu dengan cara kami," ujar Werthimer.

Ia yakin dengan keampuhan cara itu karena frekuensi radio yang telah dipancarkan dari Bumi sudah sampai di antariksa.

Guna melaksanakan pemindaian itu, SETI memanfaatkan pengamatan fasilitas teleskop Low Frequency Array (LOFAR) di Eropa, Green Bank Telescope (GBT), West Virginia, Amerika Serikat selama musim panas dan gugur tahun ini. Pemindaian juga akan mendapatkan dukungan Infrared Spatial Interferometer (ISI) di Mount Wilson Observatory dan Teleskop Nickel, Lick Observatory. Keduanya berada di California, AS.

Telekop Nikel merupakan pengamatan SETI pertama yang menggunakan infra merah.

Proyek ini juga mendapatkan dukungan William E Gordon telescope, Arecibo Observatory, Puerto Riko dan Teleskop Keck di Mauna Kea, Hawaii.

Belum bisa diterjemahkan

Program kedua SETI adalah proyek menguping sinyal mahluk asing dari pengamatan sistem multiplanet. Planet itu dikumpulkan dari misi Teleskop Kepler Badan Antariksa AS, NASA.

Proyek akan mendeteksi sinyal asing pada planet-planet itu saat melintas di depan bintang mereka.

Saat dua planet terletak pada orbit yang sama dan menghadap ke Bumi, maka ini adalah momentum bagi proyek untuk mendeteksi sinyal. Jika pada momentum itu, makhluk asing memancarkan sinyal di antara dua planet itu, maka kemungkinan teleskop mampu mendeteksi sinyal asing itu.

Sejauh ini, tim SETI telah mengamati 75 peristiwa dalam sistem multiplanet dengan menggunakan Green Bank Telescope. Frekuensi radio yang digunakan teleskop itu termasuk frekuensi yang digunakan untuk berkomunikasi dengan pesawat antariksa yang dikirim ke planet lain. 

Namun ada tantangan lain, yakni sinyal yang terdeteksi belum tentu dapa diterjemahkan oleh peneliti. Selain itu, jarak planet yang cukup signifikan.

Setidaknya diperlukan pemancar yang sangat sensitif. Sebagai gambaran, sebuah pemancar 150 tahun cahaya memerlukan kekuatan 100 kali lebih dari pemancar 15 tahun cahaya.

Untungnya, kekhawatiran itu bakal menemukan solusi. Kepala ilmuwan proyek pelacakan SETI, Andrew Siemion gembira dengan rencana NASA meluncurkan Transit Exoplanet Survey Satelite (TESS) pada 2017 mendatang.

"TESS akan menemukan banyak sistem multiplanet, yang lebih dekat dengan bumi," kata Siemion.

Peneliti juga berharap bisa menggunakan senjata pengamatan lain, Square Kilometer Array (SKA), yang sangat sensitif untuk mendeteksi ribuan kali lebih cepat. (ita)

Isak Tangis dan Ketakutan Warnai Ramadhan di Gaza


RISETKITA RFB-Sebagian anak-anak Muslim di dunia menyambut bulan Ramadhan dengan perayaan khusus seperti menyalakan kembang api. Tapi tidak dengan anak-anak di Gaza yang menyambut kedatangan Ramadhan dengan ketakutan dan isak tangis.

Ketakutan dan isak tangis yang dialami anak-anak di Gaza terjadi setelah pesawat tentara Israel telah mengepung dan meluncurkan tembakan hebat ke wilayah mereka. "Suara pesawat itu menakutkan," kata bocah berusia 9 tahun bernama Basmalla Abdurrahman.

Sabtu malam adalah hari yang paling menakutkan bagi penduduk Gaza yang berjumlah 1,8 juta, ketika itu Israel tidak henti meluncurkan serangan yang merampas kecerian warga sekitar.

Gadis kecil ini melawan ketakutannya dengan membawa lampu berwarna-warni di genggamannya, berlari menuju masjid lokal dimana warga Gaza berkumpul untuk berdoa supaya agresi Israel menghentikan semua ini.

"Ibu saya mengatakan kepada saya bahwa Allah akan selamatkan Gaza jika kita berdoa di Masjid," kata Abdurrahman.

Di dalam masjid tersebut, terdapat semua orang sedang berdiri, membungkuk, dan bersujud dalam renungan nya dan berharap pesawat yang menghantui wilayah nya itu berhenti merusak keindahan dan memporak-porandakan tempatnya di bulan suci Ramadhan ini.

Ini Tradisi Penduduk Asli Arab Selama Ramadhan


RISETKITA RFB-Masyarakat Arab Saudi melestarikan kembali tradisi Ramadhan tahun ini. Sebuah tradisi yang telah lama tidak dilakukan oleh masyarakat asli Arab Saudi, yakni tradisi yang disebut dengan Siqaya.

Seperti yang dikutip Arab News (2/7), tradisi Siqaya ini menawarkan minuman kepada peziarah, tamu maupun pengunjung Masjidil Haram di Mekah dan Masjidil Nabawi di Madinah sepanjang Ramadhan.

''Kami menyediakan air zam zam, air dingin, jus dan kopi untuk para pengunjung di dua Masjid Suci,'' kata Abdullah Al-Marghan, Koordinator Program Siqaya.

Ia berkata, minuman-minuman tersebut disimpan dalam wadah yang sehat dan higenis. Kemudian, pangurus akan berkeliling di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk menawarkan minuman kepada pengunjung.

Tradisi ini dilakukan kembali oleh salah satu organisasi amal Arab Saudi yang bertujuan untuk menghidupkan kembali tradisi Siqaya. Tradisi positif ini dilakukan oleh penduduk asli setiap Ramadhan tiba guna menunjukan keramahan hati penduduk asli Arab.

''Lebih dari 100 relawan telah dikerahkan untuk melayani para tamu Allah,'' ujarnya

Para relawan yang melakukan tradisi ini umumnya memberikan air dari wadah yang ada di dalam tas. Aktivitas ini dilakukan ketika berbuka puasa. Para relawan yang berseragam hijau itu kemudian berkeliling dan berkumpul di suatau tempat dengan membawa wadah air yang ada didalam tas.

Tak hanya itu, para relawan juga dilengkapi dengan pemanas air maupun pendingin air. Mereka membawa juga berbagai jenis minuman sehingga para pengunjung dapat memilih minuman yang ingin dinikmatinya.

Lembaga survei Indonesia Research Centre (IRC) Pemilih Jokowi karena Psikologis, Sementara Prabowo Rasional


RISETKITA RFB-Lembaga survei Indonesia Research Centre (IRC) menemukan, pemilih Joko Widodo (Jokowi) memberikan dukungan karena alasan psikologis. Sedangkan pendukung Prabowo Subianto merupakan pemilih yang lebih rasional.

"Pemilih Jokowi itu dipengaruhi oleh faktor suka dan itu psikologis. Berbeda dengan Prabawo yang pemilihnya cenderung rasional, mereka tidak hanya sekedar suka atau tidak suka tetapi melihat kemampuannya," kata Kepala Riset IRC, Yunita Mandolang dalam rilisnya, Rabu (2/7).

Menurutnya, hasil itu merujuk pada hasil survei yang dilakukan pada 14–20 Juni 2014 di seluruh provinsi di Indonesia.

Ia menjelaskan, debat capres mengurangi angka swing voters yang semula sebanyak 38 persen menjadi 10 persen.

"Sebelumnya swing voters itu ada sekitar 37-38 persen. Survei terbaru kita menemukan sudah berkurang dan tinggal 10 persen. Itu disebabkan oleh debat capres yang membuat mereka memantapkan pilihan capresnya," kata Yunita.

Menurutnya, debat Capres tersebut telah memberikan sekitar 20 persen suara swing voters kepada Prabowo-Hatta. Sementara hanya sekitar 10 persen kepada pasangan Jokowi-JK.

Ia menjelaskan, swing voters merupakan kalangan menengah yang memiliki banyak referensi berita tentang capres. Tetapi kian banyaknya kampanye hitam, justru membuat mereka bingung.

"Nah, lewat debat, mereka dapat melihat langsung capres yang juga mampu merubah persepsi mereka pada capres. Kalau dari berita misalnya Prabowo digambarkan sebagai sosok yang tegas, lewat debat bertambah menjadi pandai," jelasnya.

Survey IRC menunjukan, Prabowo-Hatta unggul tipis dengan elektabilitas sebesar 47,5 persen. Sedang Jokowi sebesar 43 persen. Artinya, kedua pasangan memiliki peluang sama besar untuk memenangkan pilpres 2014 

Penarikan sampel dilakukan dengan teknik acak bertingkat (multistage random sampling). Jumlah sampel valid 1.200. Diperkirakan ambang kesalahan dari survei ini mencapai kurang lebih 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Muslim di Inggris, Puasa 19 Jam Setiap Hari


RISETKITA RFB-Para Muslim di Inggris dan Eropa, merasakan puasa terpanjang, pada Ramadhan tahun ini. Sekitar 19 jam, mereka harus menahan lapar dan dahaga.

Bulan Ramadhan kali ini memang jatuh pada musim panas, sehingga umat Muslim di Inggris, baru dapat berbuka puasa dan sholat maghrib pada 21.25. Untuk sholat Tarawih dilakukan setelah sholat Isya, sekitar pukul 23.00, lalu imsak pada pukul 02.45.

Sejak 1982, ini merupakan Ramadhan pertama yang bertepatan dengan akhir Juni, disejumlah negara Eropa. Meski begitu, beberapa warga Inggris mengaku tetap berpuasa dan tak akan mengurangi waktu puasa mereka.

''Ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan kebaikan,'' kata seorang warga Inggris, seperti dilansir dari BBC.

Seorang warga Inggris yang berprofesi sebagai dokter di Shropshire, Dr Waseem Aslam, menambahkan, berpuasa dari mulai terbit fajar sampai matahari tenggelam juga bermanfaat bagi kesehatan.

Waseem Aslam menjelaskan, berpuasa tak dilakukan selama 24 jam, sehinhha kondisi kesehatan fisik serta mental, tetap terjaga. ''Bagi saya yang berprofesi sebagai dokter saya harus tetap melakukan pekerjaan saya dalam kondisi kesehatan fisik dan mental yang baik,'' ujarnya.

Abdullah Saif dari Asosiasi Muslim Inggris mengatakan, puasa tak wajib bagi orang hamil, menyusui, sakit dan mereka yang melakukan perjalanan. Sampai sekarang, jumlah Umat Muslim di Inggris tercatat sekitar 2,8 juta orang.

Friday, June 27, 2014

FZ-M1, Tablet Enterprise Panasonic yang Tahan Jatuh




Mungkinkan sebuah tablet Windows yang ditujukan pada enterprise dengan fisik tipis tetapi tahan banting? Menurut Panasonic bisa saja.

Maka disodorkanlah Panasonic ToughPad FZ-M1 dengan ketebalan badan mulai dari 0,7”. Sesuai namanya, tablet 7” dengan bobot 540 gram ini tangguh. Ia mengantongi sertifikasi Departemen Pertahanan AS MIL-STD-810G yang menjamin tablet tetap bisa beroperasi kendati terjatuh,  terguncang, tergetar dari ketinggian maksimal 5 kaki, atau dioperasikan di suhu dan kelembaban ekstrim.

Spesifikasi IEC IP65 pun dipenuhinya. Jadi Jadi debu tidak akan bisa masuk ke dalam perangkat. Selain itu air yang disemprotkan dari selang dari sebarang arah tidak akan membuat tablet yang tidak memiliki kipas ini rusak. Panasonic juga sudah mendaftarkan tablet yang dirancang tanpa kipas ini untuk sertifikasi ANSI 12.12.1 (Class1, Div2), yakni penggunaan di lingkungan pembakaran.

“Dengan pengalaman selama hampir 20 tahun di ranah komputer tangguh bergerak, Panasonic Toughbook memahami bahwa sebagian besar pekerja bergerak membutuhkan alat yang dapat mereka andalkan dalam kondisi paling menantang sekalipun agar mereka dapat menyelesaikan pekerjaan tanpa kompromi,” jelas Satoshi Mizobata (Director of Toughbook Asia Pacific Group) dalam rilis persnya. Ia menambahkan, Toughpad FZ-M1 ideal bagi pekerja yang harus bisa mengakses data yang dibutuhkannya kapan saja.

Menurut Panasonic, berbeda dengan tablet dan produk pesaing, FZ-M1 memberikan manajemen siklus hidup yang lebih baik dan lebih lama sehingga berakibat pada rendahnya biaya kepemilikan dan meningkatnya pengembalian keuntungan (return on investments)dan menghemat sumber daya. Tablet ini didukung prosesor Intel generasi keempat terbaru, Core  i5 vPro, memberikan performa kelas perusahaan dengan perangkat keras unik dilengkapi dengan fitur keamanan, kemampuan pengelolaan jarak jauh dan kapabilitas yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas pengguna serta proteksi data. Prosesor model Intel Celeron juga tersedia dengan harga tertentu.

Sementara itu baterainya bisa dicopot. Baterai diklaim bisa dipakai bekerja selama delapan jam. Yang menyenangkan pengisian ulang sampai 100% hanya perlu dua jam. Jika mau, kamu juga bisa menggunakan baterai dengan kemampuan 16 jam, atau baterai penjembatan pertukaran panas agar kamu bisa menukar baterai tanpa mematikan tablet.

Akan ada Kekurangan Tenaga Profesional TI pada tahun 2020




Makin banyak data tercipta di dunia, makin banyak pula kebutuhan akan tenaga profesional TI. Tahun lalu, 2013, di seluruh dunia terdapat 28 juta tenaga profesional TI. Enam tahun mendatang, tahun 2020, diperkirakan akan dibutuhkan 36 juta tenaga profesional TI. Begitu kata Adi Rusli (Country Manager, EMC Indonesia) yang mengutipkan data riset IDC dalam jumpa pers di Jakarta kemarin (12/6/2014).

Yang menarik, Adi mengatakan bahwa tambahan kebutuhan delapan juta tenaga profesional TI itu akan sulit dipenuhi. “Sulit dicapai dengan laju kelulusan pendidikan di seluruh dunia sekarang. Ini karena pertumbuhan data yang sangat eksplosif,” kata Adi.

Adi mengatakan, berdasarkan laporan IDC, pada tahun 2020 jumlah data yang ada di seluruh dunia diprediksikan akan tumbuh mencapai 44 zetabyte (satu zetabyte memiliki 21 nol). Angka ini meningkat 10x dibandingkan tahun 2013. “Jumlah itu setara dengan duapertiga jarak bumi ke bulan,” kata Adi.

Bila dibagi per kapasitas, jelas Adi lagi, pada tahun 2013 satu orang profesional TI menangani 230GB data. Namun di tahun 2020 nanti, per profesional TI akan mendapatkan 1230GB data. Luar biasa bukan?

Ledakan data yang terus terjadi itu, menurut Adi, akan memunculkan jabatan baru dalam tataran profesi TI. “Kalau dulu ada yang namanya CIO (chief information officer), sekarang mungkin sudah ada CDO, yakni chief digital officer,” kata Adi. “Ada transformasi dari sumberdaya manusia di luar kelangkaannya,” tambah Adi.

Nah kamu yang mungkin masih kuliah atau pun yang sudah bekerja, silakan menyikapi tren kebutuhan tenaga profesional TI ini.