Thursday, September 14, 2017

Tumbangkan Wakil Jepang, Greysia/Apriyani Melenggang ke Perempatfinal Korea Open Superseries 2017



PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – SEOUL – Pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polli/Apriyani Rahayu menundukkan wakil Jepang Yuku Fukushima/Sayaka Hirota dengan 14-21, 21-17, 21-13 di 16 besar Korea Open Superseries 2017.

Kemenangan ini membuat pasangan yang belum genap satu tahun diduetkan itu melenggang ke perempatfinal Korea Open 2017.

Awalnya Greysia/Apriyani terlihat kewalahan menangani serangan yang diberikan Fukushima/Hirota pada set pertama. Wakil Jepang tersebut menghujani ganda putri Indonesia tersebut dengan smash-smash tajam.

Namun, Indonesia tak kunjung menemukan tempo permainan yang pas untuk mengimbangi serangan yang diberikan Fukushima/Hirota. Hingga akhirnya Greysia/Apriyani tertunduk dengan skor telak 14-21 di set pertama.

Menuju ke set kedua, Greysia/Apriyani terlihat lebih tenang dalam melakukan serangan. Permainan netting sesekali dimainkan pasangan Indonesia ini. Terbukti, mereka mulai berhasil mengejar ketertinggalan hingga akhirnya Indonesia meraih kemenangan dengan skor 21-17.

Di set ketiga, Greysia/Apriyani mulai menemukan permainan terbaiknya.
 Terbukti pasangan Greysia/Apriyani langsung melenggang dan mengungguli wakil Jepang.

Sementara, Fukushima/Hirota terlihat sudah mulai frustrasi meladeni serangan bertubi-tubi hingga akhirnya Indonesia meraih kemenangan telak dengan 21-13 di set ketiga.
(lsk) 

Sumber: oke.com
Rhd – rifanfinancindo
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Tuesday, September 12, 2017

Potong Gaji Anggota, Fraksi PKS Sumbang Rp250 Juta ke Rohingya

RIFAN FINANCINDO


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – JAKARTA - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuktikan keprihatinannya terhadap konflik kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar dengan menyumbangkan potongan gaji setiap anggota Fraksi PKS di DPR.
Total dana yang terkumpul mencapai Rp250 juta yang akan dikelola Crisis Center PKS untuk Rohingya yang diketuai Sukamta.
"Hari ini, kita menyerahkan secara simbolik sumbangan anggota Fraksi PKS dari hasil pemotongan gaji sebesar Rp250 juta kepada Crisis Center PKS untuk Rohingya. Jumlah ini baru awal karena akan terus bertambah melibatkan seluruh keluarga besar Fraksi PKS termasuk para pegawai dan staf," ungkap Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (12/9/2017).
Jazuli menjelaskan, kepedulian terhadap Rohingya merupakan panggilan tanggung jawab kemanusiaan keluarga besar Fraksi PKS atas penderitaan yang diderita etnis Rohingya.
"Kita tidak bisa diam melihat saudara-saudara kita menderita, dibunuh dan disiksa, serta terusir dari negaranya. Kita marah, mengutuk keras, dan mendesak penghentian kekerasan sambari secara konkret mengirimkan bantuan materi kepada mereka," terang Jazuli.
Fraksi PKS, lanjut Jazuli, konsen terhadap penyelamatan warga etnis Rohingya. Untuk itu, pihaknya terus mendorong pemerintah melakukan langkah diplomasi yang efektif, meski Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah melakukannya demgan baik.
"Fraksi PKS mengapresiasi langkah Menlu Retno Marsudi yang melakukan diplomasi langsung ke Myanmar. Semoga direspons serius dengan penghentiaan kekerasan dan pembukaan jalur bantuan kemanusiaan," kata Jazuli.
Jazuli menambahkan, respons luar biasa yang ditunjukkan rakyat Indonesia kepada Rohingya sangat baik. Hal ini menunjukkan karakter asli bangsa Indonesia yang cinta perdamaian, antikekerasan, dan peduli pada kemanusiaan, tak hanya di Indonesia tetapi juga terhadap dunia internasional.
"Kita berbesar hati dan mengapresiasi rakyat Indonesia atas kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan yang luar biasa. Kolaborasi kemanusiaan antarberbagai elemen bangsa dan pemerintah ini diyakini akan menjadi berkah tersendiri bagi bangsa kita," pungkas Jazuli.
(Ari)

Sumber: detik.com
Rhd – rifanfinancindo
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Monday, September 11, 2017

Rifan Financindo Berjangka | Penipu Bernama Ratna, Menipu Berlian Rp 20 M dan Bank dengan Emas 59 Kg Palsu



PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Jakarta – Rumah mewah Ratna Dewi telah ditinggal pergi penghuninya. Rumah penipu berlian Rp 20 miliar itu diketahui kosong sejak diekskusi oleh Kejari Jakarta Pusat. Ratna juga terendus menipu bank dengan emas 59 kg palsu.
Ratna Dewi di Perumahan Ekslusif Tanah Baru, Blok A1 No 2, di Jalan Raya Tanah Baru, Beji, Kota Depok. Perumahan cluster tersebut memilik sistem penjagaan satu pintu dengan berisikan 10 rumah.
“Rumahnya sudah enggak ada penghuni,” ujar security Perumahan Ekslusif Tanah Baru kepada detikcom, Senin (3/6/2017).
Rumah milik Ratna Dewi merupakan rumah paling besar di antara 10 rumah lainnya. Terletak di ujung blok A1, rumah tersebut memiliki arsitektur Eropa dengan pagar tinggi warna hitam. Cluster rumah itu berjarak kurang lebih 5 km dari Jalan Margonda Raya.
“Satu-satunya rumah yang paling luas cuma dia doang,” sambung security rumah yang enggan disebut namanya.
Informasi yang dihimpun dari security perumahan, Ratna telah dieksekusi oleh jaksa ke Rutan Pondok Bambu. Pasca ditinggal majikannya, satu per satu pembantu hingga supir Ratna meninggalkan rumah tersebut.
Ratna, Penipu Berlian Rp 20 M dan Bank dengan Emas 59 Kg Palsu
Rumah Ratna Dewi
“Semua sudah pergi, enggak lama setelah dieksekusi. Ya lagian sudah tidak ada yang gaji lagi,” tuturnya.
Sebagaimana diketahui, Ratna berhasil menipu toko berlian di Plaza Indonesia dan bank pelat merah di bilangan Sudirman.
Ratna menipu toko berlian di Plaza Indonesia bermodal bilyet giro pada 2011. Ratna Dewi ‘meminjam’ berlian itu untuk dijual kepada koleganya. Bila tidak laku, berlian itu akan dikembalikan. Ternyata, bilyet giro itu bodong. Pemilik toko berlian mempolisikan Ratna Dewi dan ia akhirnya diadili.
Awalnya, Ratna Dewi divonis lepas oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) pada 17 Juli 2014.
“Ya, sesuai fakta persidangan, ini merupakan bisnis jual beli berlian dan ada bukti-bukti pembayaran. Jadi wajar kalau perkara tersebut merupakan hal tersebut merupakan perkara hukum perdata,” ucap kuasa hukum Ratna, Arno Gautama Harjono kala itu.
Namun, di tingkat kasasi, Ratna akhirnya dihukum 2 tahun penjara. Vonis itu dikuatkan di tingkat peninjauan kembali (PK).
Adapun kasus penipuan bank, Ratna menitipkan emas batangan palsu, yang diakuinya sebagai emas asli. Untuk menyarukan, emas yang sejatinya kuningan itu diberi sertifikat palsu. Alhasil, uang segar puluhan miliar ia terima dalam bentuk kredit.
Setelah terungkap, Ratna duluan menggugat pihak bank pelat merah itu dengan dalih pihak bank memalsukan emas ‘asli’nya itu. Awalnya PN Jaksel mengabulkan permohonan itu dan menghukum pihak bank puluhan miliar rupiah.
Ratna, Penipu Berlian Rp 20 M dan Bank dengan Emas 59 Kg Palsu
Tapi oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta, putusan PN Jaksel itu dikoreksi dan dibatalkan. PT Jakarta menyatakan Ratna telah memalsukan sertifikat emas dan bekerjasama dengan pihak bank agar kredit cair. Emas yang dititipkan ternyata kuningan. Vonis itu dikuatkan majelis kasasi.
Sejumlah pegawai di bank pelat merah itu telah dihukum karena melanggar UU Perbankan.
(edo/asp)

Sumber: detik.com

hd – rifanfinancindo
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Wednesday, September 6, 2017

Dijodohkan Presiden, Tak Ada Senyum di Wajah Perawat Cantik Saat | rifanfinancindo

rifanfinancindo


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -  PERNIKAHAN sejatinya menjadi momen yang sangat dinantikan oleh setiap insan. Pria dan wanita tentunya menginginkan sebuah acara pernikahan jadi hari yang paling membahagiakan dalam hidupnya. Maka, tidaklah heran jika melihat sepasang pengantin terus tersenyum sepanjang hari selama acara resepsi pernikahan.
Tidak hanya senyum yang ditebar, kemesraan pun dipertontonkan keduanya pada tamu undangan yang datang. Namun, pesta pernikahan nyatanya tidak selalu terlihat membahagiakan. Sebuah acara pernikahan yang digelar di Tajikistan contohnya.
Dalam foto-foto yang terdapat dalam laman Daily Mail, Rabu (6/9/2017), seorang mempelai wanita selalu tampak tertunduk dan tidak menunjukkan ekspresi wajah bahagia.

Senyum jelas sekali langka dan hampir tidak terlihat sama sekali ketika acara pernikahannya tersebut. Wanita yang kemudian diketahui bernama Marjona Hudoidodova ini, menikah dengan seorang pria bernama Saidho Asrorov. Keduanya bisa menikah karena dijodohkan oleh presiden di negara mereka, Emomali Ramon.

Awal cerita bermula ketika presiden tertarik dengan Asrorov yang membacakan puisi untuk pria yang telah berusia 64 tahun tersebut. Ketika mengetahui Asrorov belum menikah, Rahmon pun segera memerintahkan komite perjodohan Muslim untuk menemukan jodohnya untuk pria muda berusia 23 tahun itu.

Akhirnya, dipertemukanlah dengan Hudoidodova yang berprofesi sebagai perawat. Dalam foto-foto pernikahan, mempelai wanita yang baru berusia 22 tahun tersebut tampak selalu menunduk dan wajahnya muram. Ternyata, bukanlah karena tidak setuju, melainkan tradisi dari daerah yang mengharuskan seorang pengantin wanita tidak boleh tersenyum atau melihat suaminya pada acara pernikahan.

Tradisi menunduk dan berwajah muram tanpa tersenyum tersebut, dilakukan untuk menghindari indikasi yang menyatakan pasangan pengantin telah saling mengenal dengan cara yang lebih intim dan hal itu tentu belum sepantasnya dilakukan bagi pasangan yang belum menikah. Selain itu, jika pengantin wanita terlihat senang, maka juga bisa menandakan ia tidak sedih meninggalkan keluarganya untuk suaminya.

Baca Juga :


Hudoidodova mengatakan pada media lokal, dirinya sama sekali tidak mendapat tekanan untuk menikahi Asrorov dan dia senang menemukan seorang pria yang mengizinkannya untuk terus bekerja. Jelas Hudoidodova senang mendapat izin kerja dari suaminya, karena di Tajikistan, seorang wanita muslim yang telah menikah harus berhenti bekerja untuk mengurus rumah, keluarga dan suami.
(ful)

Sumber: okezone.com
Rhd - rifanfinancindo
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA