Thursday, December 8, 2016

Jokowi Minta Dolar AS Tak Jadi Tolak Ukur Ekonomi, Ini Kata BI

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Jakarta,  Presiden Joko Widodo (Jokowi) ‎meminta agar dolar Amerika Serikat (AS) tidak dijadikan tolok ukur untuk melihat perekonomian Indonesia. ‎Kurs rupiah harusnya disandingkan dengan mata uang negara mitra dagang utama Indonesia, seperti Jepang, China, dan Eropa.
Kepala Departemen Kebijakan dan Moneter Bank Indonesia (BI), Juda Agung‎ mengaku, selama ini Indonesia selalu membandingkan rupiah dengan mata uang semua negara, seperti dolar AS, Yuan Renmimbi, Yen, dan Euro.
"Mitra dagang dan pesaing kita menghitung apakah nilai tukar rupiah masih kompetitif atau tidak. Jadi yang namanya Real Effective Exchange Rate (REER), adalah sekumpulan mata uang yang mempunyai bobot sesuai dengan perdagangan negara kita, jadi tidak bisa melihatnya satu mata uang, tapi banyak mata uang," jelasnya di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (6/12/2016).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution sebelumnya menegaskan, tidak mudah bagi rupiah lepas dari mata uang dolar Amerika Serikat dalam perdagangan internasional. Alasannya, dolar AS masih menjadi referensi utama perdagangan dunia.
"Itu tidak mudah lho, perlu persiapan khusus antar negara yang satu dengan lainnya. Tidak mungkin juga pakai kalkulator rupiah dengan dolar AS segini, dengan Baht segini, tidak semudah itu," jelasnya.
Sebelumnya, Jokowi menegaskan bahwa mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) bukanlah tolok ukur yang tepat untuk mengukur perekonomian Indonesia. Paling pas, membandingkan rupiah dengan mata uang negara-negara mitra dagang terbesar Indonesia, seperti Jepang, Tiongkok, Eropa, dan negara lainnya.
Jokowi menyoroti kebijakan ekonomi Donald Trump yang lebih bersifat reflasi. Di mana kurs dolar AS akan mencerminkan antisipasi pasar bahwa pertumbuhan ekonomi AS akan semakin menguat dan inflasi dolar akan melonjak.
"Jadi dolar nanti akan jalan sendiri. Itu artinya kurs rupiah-dolar AS semakin tidak mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia. Karena selama ini selalu melihatnya ke sana terus, padahal bukan cerminan fundamental Indonesia," terangnya.
Menurut Jokowi, ekspor Indonesia ke AS sekitar 9 persen-10 persen dari total ekspor. Dengan prosentase ekspor sebesar itu, lanjutnya, persepsi ekonomi Indonesia selalu dikaitkan atau diukur dengan dolar AS.
"Kalau ekonomi kita hanya diukur pakai dolar AS, nantinya kita akan kelihatan jelek. Padahal ekonomi Indonesia oke-oke saja, tidak ada masalah. Kalau kita masih bawa itu, bisa berbahaya," tegas Jokowi.
Jika ekonomi Indonesia diukur dengan mata uang lain yang merupakan mitra dagang utama, seperti Euro, Yuan Renmimbi, Poundsterling, Won, Yen Jepang, maka ekonomi Indonesia lebih bagus. Jokowi menyebut, ekspor Indonesia ke China sekitar 15 persen-15,5 persen dari total ekspor, ke Eropa 11,4 persen, dan ke Jepang 10,7 persen.

"Bertahun-tahun selalu melihatnya rupiah dan dolar. Tapi kurs rupiah-dolar AS bukan tolok ukur yang tepat. Kurs yang relevan melawan rupiah yakni dengan mata uang mitra dagang terbesar kita. Jadi penting mengedukasi ke publik jangan pantau kurs mereka terhadap dolar AS semata, tapi harus ada patokan yang punya komprehensif," tandas Jokowi. (Fik/Gdn)

Sumber - liputan6.com

rhd - rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Wednesday, December 7, 2016

Jokowi: IMF Sebut Ekonomi RI Baik, Jangan Senang Dulu

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Jakarta,  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti laporan International Moneter Fund (IMF) yang menyatakan perekonomian Indonesia dari sisi moneter dan fiskal dalam kondisi baik. Dengan laporan tersebut, Presiden meminta agar tidak terlampau senang karena seluruh negara tengah menghadapi ketidakpastian ekonomi dunia.
"IMF mengumumkan kondisi ekonomi kita baik, dari sisi moneter, fiskal, dan struktur. Ini sebuah informasi yang baik, tapi tidak usah senang dulu dengan kata-kata seperti ini," tegas Jokowi saat Sarasehan dengan 100 Ekonom di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (6/12/2016).
Dijelaskannya, risiko ekonomi saat ini sebagian besar berasal dari faktor eksternal. Salah satunya ketidakpastian ekonomi, seperti kebijakan di Amerika Serikat (AS), rencana kenaikan tingkat bunga The Fed, dan pelemahan ekonomi Tiongkok.
"Apa yang harus kita kerjakan? Ini yang harus disikapi dengan rasa optimisme karena kondisi tekanan hampir sama di seluruh negara," kata Jokowi.
Jokowi mengaku, keluhan kepala negara atau pemerintahan semua negara hampir sama, yakni pelemahan pertumbuhan ekonomi, kesulitan mencari investasi atau mendatangkan uang masuk.
"Negara kita mau menarik investasi sebesar-besarnya, ini yang ingin kita kerjakan," ucap Mantan Walikota Solo itu.
Oleh karenanya, Jokowi telah memberikan perintah kepada para menteri ekonomi, terutama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) harus mampu mengejar target investasi sebesar Rp 670 triliun di 2017. Kemudian meningkat signifikan menjadi Rp 840 triliun di 2018 dan totalnya 45 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Target investasi ini harus dikejar dengan jurus apapun dan cara apapun," harap Jokowi. (Fik/Gdn)

Sumber - liputan6.com

rhd - rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA




Tuesday, December 6, 2016

Ini Sektor Usaha yang Cerah pada 2017

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Jakarta,  Pengamat Ekonomi Faisal Basri menyatakan, ada empat sektor yang memiliki prospek cerah di 2017. Salah satunya yaitu sektor teknologi dan informasi atau information and communication technology (ICT)


‎"Yang akan prospektif di 2017, sebagian besar sektor jasa, ICT, financial and insurance, kemudian health and education," ujar dia dalam diskusi di kawasan Tebet, Jakarta, Senin (5/12/2016).


Faisal mengungkapkan, selama ini sektor teknologi dan informasi masih relatif berkontribusi kecil terhadap PDB. Namun sektor ini memiliki pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

"Industri telekomunikasi kontribusinya relatif kecil, hanya 3,4 persen di PDB. Tapi pertumbuhannya double digit. Sekarang semua sektor butuh dia, keuangan, UKM, e-commerce, itu semua sektor ICT. Startup juga begitu, transportasi juga butuh ICT. Kalau tanpa ini, ekonomi akan mandek, 

ini dibutuhkan agar ekonomi bisa tumbuh di era digital ini," kata dia.

Sementara untuk sektor manufaktur dan pertambangan, Faisal memperkirakan masih akan lesu pada tahun depan. Hal ini terkait dengan harga komoditas yang masih melemah di pasar internasional.


"Industri manufaktur masih alami tekanan. Tapi subsektornya yang cukup baik seperti industri makanan dan minuman, farmasi, botanical dan sejenisnya, alat transportasi, itu yang prospektif untuk 2017. Selebihnya seperti pertanian, pertambangan, migas itu repot. Ada yang in between yaitu sektor konstruksi," ujar dia.


Sumber - liputan6.com

rhd - rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Monday, December 5, 2016

Aksi Damai 2 Desember dan Inflasi Topang IHSG Sepekan

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Jakarta,  Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak positif pada pekan pertama Desember 2016. IHSG bergerak positif secara mingguan ini pertama kali sejak 4 November 2016. Aksi damai 2 Desember 2016 menjadi salah satu sentimen positif untuk pelaku pasar.

Mengutip laporan PT Ashmore Assets Management Indonesia, seperti ditulis Sabtu (3/12/2016), IHSG naik sekitar 2,4 persen dari level 5.122,10 pada Jumat 25 November 2016 menjadi 5.245,95 pada 2 Desember 2016.

Penguatan IHSG itu didorong saham-saham berkapitalisasi besar naik 3,1 persen secara mingguan. Sedangkan saham-saham kapitalisasi kecil didorong sektor saham komoditas dan properti yang naik 1,8 persen.

Akan tetapi, performa IHSG kuat tersebut tertahan aksi jual investor asing di pasar saham. Tercatat aksi jual investor mencapai US$ 262 juta atau sekitar Rp 3,54 triliun (asumsi kurs Rp 13.513 per dolar Amerika Serikat).

Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, aksi jual masih tercatat Rp 276 miliar pada Jumat pekan ini sehingga menambah aksi jual sepekan oleh investor asing. Ada dampak optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat menjadi faktor utama investor asing lakukan aksi jual.

Di pasar surat utang atau obligasi, imbal hasilnya turun menjadi 8,1 persen dari pekan lalu 8,3 persen. Untuk pertama kalinya dalam empat minggu, ada aliran dana investor masuk mencapai US$ 104 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun.

Ada sejumlah hal utama mempengaruhi pasar pada pekan ini baik dalam dan luar negeri. Dari dalam negeri, aksi damai 2 Desember berjalan aman mampu mendorong kenaikan IHSG menyambut akhir pekan ini. IHSG naik 47 poin atau 0,91 persen ke level 5.245,96 pada perdagangan saham 2 Desember 2016.
"Pelaku pasar merespons positif pasar. Apalagi aksi damai 2 Desember berjalan aman dan secara mengejutkan Presiden Joko Widodo juga hadir pada aksi damai," tulis laporan Ashmore.

Selain itu, inflasi November secara mengejutkan di atas harapan pelaku pasar. Tercatat inflasi November 0,47 persen. Sedangkan inflasi inti 3,07 persen secara year to date (ytd).

Sentimen luar negeri, OPEC sepakat untuk memangkas produksi minyak 1,2 juta barel per hari. Harga minyak Brent future naik 12 persen secara mingguan. Indonesia pun memutuskan membekukan keanggotaannya.

Dari Amerika Serikat (AS), pertumbuhan ekonomi AS mencapai 3,2 persen pada kuartal III 2016.

Dengan melihat kondisi tersebut, apakah saham-saham unggulan atau blue chip menjadi pilihan? Dalam laporan Ashmore menyebutkan, hal itu sebaiknya kembali dipikirkan. Dengan volatilitas dan tekanan aksi jual investor asing pada pekan lalu menunjukkan saham-saham berkapitalisasi kecil lebih tahan.

Hal itu ditunjukkan dari saham-saham kapitalisasi kecil hanya turun 3,75 persen secara month to month sedangkan saham-saham unggulan merosot 7,54 persen.

"Pada akhir November 2016, valuasi saham-saham kapitalisasi kecil di kisaran 17 kali sedangkan saham unggulan 19 kali. Jadi valuasi saham kapitalisasi kecil diskon terhadap saham unggulan," tulis laporan tersebut.

Adapun sektor saham kapitalisasi kecil yang cenderung bertahan antara lain sektor tambang, perkebunan dan industri dasar.



Sumber - liputan6.com

rhd - rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Friday, December 2, 2016

Jokowi Pantau Demo 2 Desember dari Istana



Presiden RI Joko Widodo hari ini dijadwalkan akan berada di Istana. Jokowi akan memantau aksi Demo 2 Desember di Istana Negara, Jakarta.


Saat ini, Jokowi tengah memantau jalannya aksi demo 212 dari dalam Istana. Terlihat sesekali Jokowi melakukan perbincangan dengan beberapa staf Kepresidenan di beranda area Istana Kepresidenan.

Sampai saat ini, belum ada informasi apa kegiatan resmi Jokowi nanti siang dan di mana dia akan menjalankan ibadah Salat Jumat.

"Yang jelas saya akan sholat Jumat, tapi di mananya belum tau," kata Jokowi di kawasan GBK, Jakarta, Jumat (2/12/2016).

Dalam imbauannya terhadap aksi damai tersebut, Jokowi meminta kepada para peserta aksi untuk tidak menimbulkan kerusuhan, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

"(Harapannya) Ya sesuai komitmen‎ bersama yang sudah dilajukan saya kira yang katanya aksi super damai. Super loh ya," tegas Jokowi.

Jokowi juga mengaku tidak hanya memantau aksi Demo 2 Desember yang dilakukan di Monas, melainkan juga yang dilakukan di Gedung MPR/DPR yang pesertanya dari para buruh Indonesia.

Dia menegaskan kepada masyarakat untuk bisa memisahkan tujuan dan masa dari beberapa aksi yang dilakukan hari ini.

‎"Tolong dipilahkan ada yang monas yang nanti doa bersama dan ada yang DPR, dan ada yang lainnya tolong tanyakan secara detail pada Kapolri," tegas Jokowi.

Jokowi juga berpesan kepada aparat kemanan untuk tetap mengutamakan perdamaian sehingga aksi demo 2 Desember bisa berjalan dengan aman dan damai.

Solid Gold Berjangka

Mal di Jakarta Beroperasi Normal di Tengah Demo 2 Desember



PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Jakarta,  Meski ada demo 2 Desember, ‎Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta memastikan seluruh pusat belanja dan mal di Ibu Kota buka secara normal pada hari ini.

Operasional mal tidak terpengaruh pada aksi demo 2 Desember ini.

Ketua APPBI DKI Jakarta Ellen Hidayat mengatakan, sama seperti pada 4 November lalu yang juga terjadi aksi demo,

pada hari ini semua mal yang menjadi anggota APPBI sepakat untuk membuka jam operasionalnya secara normal.

"Operasional mal semua jalan seperti biasa. Waktu tanggal 4 November dan 25 November kita juga buka, 2 Desember juga buka seperti biasa," ujar dia di Jakarta, Jumat (2/12/2016).

Namun, tutur Ellen, untuk menjamin keamanan bagi pengunjung di dalam mal, para pengelola telah memperketat penjagaan dan menambah personel keamanan di tengah aksi demo 2 Desember.

Hal ini dilakukan sebagai antisipasi bila kondisi Ibu Kota tidak kondusif.

"Yang penting kita pertebal keamanan untuk siaga 1 kita jalankan.

 Masing-masing pusat belanja juga sudah mengerti apa yang harus dilakukan supaya konsumen kalau mau belanja ada rasa ketenangan.

Ini ‎sampai nanti kita lihat bagaimana keadaannya. Kita berharap bisa tetap damai dan tidak terjadi apa-apa," kata dia.

Menurut Ellen, langkah para pengelola mal untuk tetap buka seperti biasa ini sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap perekonomian di Ibu Kota.

Jika pusat-pusat perdagangan seperti mal beroperasi secara normal, diharapkan akan timbul ketenangan bagi warga Ibu Kota untuk juga beraktivitas seperti biasa, meski ada demo 2 Desember.
"Kita tetap support kondisi DKI Jakarta yang kondusif.

Kita tidak mau roda perekonomian di DKI ini terlihat tambah kacau, jadi pusat belanja kita sepakat buka semua.

Kita mau roda ekonomi tetap jalan, jangan karena ada demo kemudian ekonomi lumpuh," kata dia.

Sumber - liputan6.com

rhd - rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA


Thursday, December 1, 2016

100 Ribu Pengusaha Hengkang Hindari Demo 2 Desember



PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Jakarta, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat menyatakan para pengusaha di Jakarta ini tengah bersiap‎-siap untuk keluar dari ibu kota. Hal ini sebagai antisipasi dari rencana aksi demo 2 Desember mendatang.

Ade menyatakan, sekitar 100 ribu pengusaha diperkirakan akan keluar Jakarta jelang 2 Desember. Bahkan saat ini para pengusaha tersebut mulai meninggalkan ibu kota.

‎"Mereka ambil sikap keluar dari Jakarta, ada sekitar 100 ribu pengusaha. Sekarang sudah ada yang jalan," ujar dia dalam Diskusi Publik dengan tema "Dampak Ekonomi Demo 411 di Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Dia menyatakan, para pengusaha tersebut pergi ke daerah-daerah yang relatif lebih tenang dan tidak memiliki potensi kerusuhan pada 2 Desember mendatang.

Bahkan ada juga yang pergi keluar negeri.

"Pokoknya mereka memilih tidak di Jakarta,

mungkin ke Bali, Manado, Jogja, yang relatif tidak terjadi kerusuhan.

Ada juga yang keluar negeri ke seperti ke Singapura,
itu kan lebih dekat dibandingkan ke Manado‎, tiketnya lebih murah, tapi biaya hidupnya memang mahal," kata dia.

Menurut Ade, para pengusaha ini mempersiapkan diri untuk keluar dari Jakarta selama 15 hari hingga 20 hari.

Namun jika aksi demo 2 Desember nanti tidak sebesar yang diperkirakan, para pengusaha tersebut kemungkinan akan kembali ke Jakarta lebih cepat.


"Mereka wait and see. Mereka persiapkan 15 hari-20 hari. Tapi kalau 1 hari ini beres mereka kembali lebih cepat untuk kembali beraktivitas.

Karena bunga kredit itu tinggi kalau usaha mereka lama tidak jalan‎ bagaimana," tandas dia.

Sumber - liputan6.com

rhd - rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA